ONEWS. ID, Kayuagung (OKI) - Sejumlah jemaah haji asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),  mengeluhkan pendampingan Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) dalam membantu jamaah  haji di Tanah Suci. Hal ini cukup merepotkan jemaah yang hendak menunaikan ibadah dan  membuat jamaah haji seakan-akan kehilangan pegangan.

Seperti yang diutarakan jemaah asal OKI, yang dikirim melalui pesan suara aplikasi whatsapp  kepada media ini, Jum'at (16/8/2019).
 Jemaah yang enggan disebutkan namanya ini mengaku setiap kegiatan ibadah yang mereka  lakukan tanpa didampingi oleh pembimbing haji. "Kami ini setiap kegiatan itu tanpa  didamping oleh pembimbing haji, jadi petugas haji itu tugasnyo apo? Kami nak Tawaf kami  nak Sa'i itu jalan dewek-dewek, jadi tugas mereka itu apo?" ujarnya.
Menurut dia, hanya satu orang dari tim TPHD OKI yang kerap aktif membantu jemaah.  "Kecuali Pak Komarudin yang sering aktif membantu kami, selain dari itu dak katek (tidak  ada-red).
Terkait persoalan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. OKI Drs. Ahmad Syukri,  MM menjelaskan, setiap kloter dibimbing dua orang TPHD yang terdiri dari satu orang  bertugas di pelayanan umum, lainnya ibadah. "Kemudian ada satu orang petugas kesehatan  daerah. Merekalah yang memahami kultur dan perilaku jamaah haji yang berangkat dalam  satu kloter," jelasnya.
Sementara mengenai pendampingan, lanjut dia, kementerian agama mengangkat Ketua Regu  (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) yang tugasnya membantu pelaksanaan tugas Ketua  Kloter mendampingi jamaah.
"Karu dan Karom merupakan perpanjangan tangan dari Ketua Kloter dalam hal memberikan  pelayanan kepada tamu-tamu Allah di tanah suci. Karena tidak mungkin Ketua Kloter  mendampingi ratusan jamaah sekaligus. Hal tersebut juga ditekankan dalam pembinaan  dimana apabila ketua kloter dan pembimbing ibadah tidak mampu untuk mendampingi maka  Karom mendampingi jamaah masing-masing mulai dari makan, jalan-jalan, tawaf, sa'i ataupun  saat lempar jumrah. Selain itu pendampingan juga dilakukan oleh Tim Pemandu Haji Daerah  (TPHD) yang ditunjuk oleh Bupati," terangnya.
Ditempat yang sama, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah H. Mutawalli, M.Pd.I  menyampaikan pelayanan terhadap jamaah haji OKI di tanah suci bukan tidak dilayani. Para  pendamping diyakini sudah menjalankan tugasnya sesuai protap (prosedur tetap).
"Kemungkinan jamaah hanya kurang sabar saja, buktinya begitu jamaah haji tiba, umrah  dibimbing, ke Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) juga dibimbing. Dan sebelumnya juga  sudah di sosialisasikan terkait penghentian sementara bus salawat dan kebijakan pelayanan  konsumsi," paparnya.
Untuk pembimbing ibadah, sambung dia, sesuai dengan petunjuk yang sudah sistematis tidak  bisa serta merta dilakukan. "Seperti melontar jumrah, tidak bisa pembimbing membawa  jamaah tidak sesuai petunjuk, terlebih masuk ke terowongan, karena ditakutkan ada kejadian  yang tidak diinginkan dan memang sudah ada jam-jam khusus yang ditetapkan untuk  pelaksanaan ibadah," urainya.
"Dan seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Agama, sesudah di Arafah Mina ini kunci  bagi jamaah haji cuma dua yakni sabar dan jaga akhlak, karena jika dua hal tersebut tak  terpenuhi kualitas ibadah haji dirasa kurang mabrur," tutup Mutawalli.
(andi/ady)
ONEWS.ID,Kayua(OKI) – Pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten OKI sukses dalam mengibarkan bendera serta penurunan pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 74, di halaman kantor Bupati OKI.
Keberhasilan mereka terbalas dengan latihan ekstra selama hampir sebulan sebagai persiapan. “Alhamdulillah hasilnya memuaskan.”Iptu Rohima, pelatih dari Polres Kabupaten OKI.
Penampilan mereka saat pengibaran bendera yang disaksikan ratusan pasang mata. Membuat bangga, baik dari pelatih, pihak sekolah, hingga orang tua mereka yang ikut hadir melihat buah hatinya.
Usai upacara pengibaran bendera para anggota paskibra mendapat kehormatan berfoto bersama bupati OKI, H Iskandar, SE. Mereka bangga bisa berfoto dengan orang nomor satu di Bumi Bende Seguguk tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten OKI, Drs M Dahlan, mengucapkan selamat atas keberhasilan para anggota paskibra yang telah berhasil mengibarkan bendera dan menurunkan bendera.
Perjuangan yang maksimal selama satu bulan berlatih membuat hasilnya tak mengecewakan.
Para anggota paskibra ini juga nantinya akan diberikan refreshing jalan-jalan ke Yogyakarta, untuk menghilangkan rasa jenuh dan menghibur mereka.”Nanti akan diajak jalan-jalan ke Yogyakarta.”kata Muslim salah satu Kasi di Dispora.7(red@doni)



ONEWS.ID, Kayuagung(OKI),Puluhan masyarakat Kelurahan Jua-Jua Menyuarakan Keinginannya terkait Jabatan Lurah Kelurahan Jua-Jua Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) agar segera ditetapkan lurah depenitif hal ini terungkap pada saat acara pemberian hadiah turnamen badminton dilapangan RT 03 Kelurahan Jua-Jua, sabtu malam(17/08).
Roni(34)salah satu warga yang dibincangi media ini menyampaikan"Jabatan lurah kelurahan jua-jua diharapkan dapat segera mungkin ditetapkan mengingat
Sudah 2 tahun lebih dijabat oleh pak arwani sebagai pelaksana tugas lurah kelurahan Jua-Jua dan ini sangat merepotlan masyarakat yang ingin berurusan karna lurah kami ini bertugas juga di kecamatan sebagai pejabat, untuk itu saya mewakili masyarakat meminta kepada pak iskandar se untuk menetapkan jabatan lurah kelurahan Jua -Jua secepatnya, tegasnya
Ditempat yang sama M. Nur(48) warga RT 02 menyampaikan,siapapun lurahnya yang penting jabatannya itu tetap dan seandainya bisa tentunya orang yang berdomisli di jua-jua biar enak berurusan,ujarnya singkat.
Menanggapi hal ini camat kayuagung Dedy Kurniwan melalui sekcam sholahudin menyampaikan,untuk masalah itu saya tidak bisa menanggapi tapi setahu saya hal tersebut sudah diusulkan dan sudah ada calon-calonnya(andi)