Kenderaan Dinas Kabupaten Banyuasin

BANYUASIN INEWS.ID - Tercatat Sebanyak 342 Unit Kendaraan Dinas kabupaten Banyuasin tahun 2019, saat ini dalam kondisi menunggak pembayaran pajak, terdiri dari 247 Unit Roda Dua, 90 unit Roda Empat dan 5 unit Roda Tiga.
   Mizuar. SE.M.SI  Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (KUPT) Badan Bapedda Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Banyuasin menjelaskan hal ini sudah di audiensikan bersama wakil Bupati Banyuasin dan berharap melalui audiensi ini kenderaan tersebut dapat segera melakukan pembayaran pajak.
  " Sesuai dengan Perda, Kita ikut andil dalam pembagian hasil dari pendapatan pajak kendaraan sebesar 30% setiap tahun yang harus kami berikan ke pemerintah Daerah, Mengingat ada instruksi dari gubernur Sumatera Selatan untuk menekan supaya ada  kenaikan hasil pendapatan pajak, otomatis kita juga meminta kepada kepala daerah agar melunasi tunggakan pajak kenderaan dinas di lingkungannya." Ungkapnya saat di bincangi wartawan Senin (18/3) diruang kerjanya.

   Lanjut dia sebelumnya memang UPT Bepedda pemprov Sumsel  kabupaten Banyuasin sempat offer load peningkatan pembayaran pajak, oleh sebab itu dirinya berupaya tahun 2019 ini maksimal UPT harus mencapai target.
" kami tidak bisa melakukan penindakan ,namun hanya bisa melakukan denda. Untuk penindakan itu ada dengan instansi terkait, sebab Kalau di uangkan jumlah keseluruhan tunggakan kenderaan dinas tersebut Rp 117.527.125 untuk Kendaraan Dinas saja. Besar harapan kami pemerintah kabupaten Banyuasin dapat segera mengintruksikan kepada kenderaan tersebut untuk segera melunasi hutang pajak kendaraan mereka, yakni 247 Unit Roda Dua, 90 unit Roda Empat dan 5 unit Roda Tiga, total keseluruhan 342 Unit kendaraan dinas," Imbuhnya.(@r-Pujangga)
Sekda Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi dalam kegiatan penilaian kompetensi seleksi terbuka JPT Pratama, Senin (18/3) di Jatinangor, Bandung.
ONEWS.ID, BANDUNG - Di era sekarang ini kompetensi merupakan salah satu persoalan urgen dan menjadi perhatian bersama dan saat ini dunia tengah memasuki era revolusi industri 4.0 dimana penetrasi teknologi informasi begitu masif dalam kehidupan, dan kompetensi menjadi sebuah keniscayaan dan sektor publik tidak terlepas dari hal tersebut dimana Birokrasi harus terus berupaya menciptakan aparatur yang kompeten agar dapat adaptif dan survive dengan perkembangan jaman.

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Melalui BKSDM menggaet Pusat latbang PKASN Lembaga Adiminstrasi Negara RI melaksanakan kegiatan penilaian kompetensi seleksi terbuka JPT Pratama di lingkungan Pemkab Musi Banyuasin yang dilaksanakan, Senin (18/03) di Jatinangor yang langsung dihadiri oleh Kepala Pusat Latbang LANRI Ari Nugraha didampingi Kabid Pemetaan Kompetensi Puslatbang PKASN LAN RI Zulfakar, serta Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi dan Kepala BPKPSDM Muba Sunaryo SSTP MM dan beberapa asesor yang hadir.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Apriyadi dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh 22 peserta untuk dapat serius untuk mengikuti seleksi jabatan saat ini adalah test asesment.

"Sesuai dengan sikap ASN bermoral dan bermental baik, dan memiliki kompetensi dalam bidangnya tujuannya untuk memilih kepala OPD sebagai leader dalam OPD-nya sehingga dengan assesment ini diharapkan memalaui tahapan seleksi ini akan diperoleh SDM sesuai yang dibutuhkan organisasi dan ini juga kewajiban kita saat ini berdasarkan PP 11/2011 manajamen ASN," terangnya.

Apriyadi meminta, kepada seluruh peserta 22 orang wajib mengikuti dengan serius dan santai. "Dan ikuti dengan penuh rasa tanggung jawab dan ini merupakan karir peserta sekalian," terangnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Latbang LANRI Ari Nugraha, mengatakan salah satu faktor yang dinilai oleh asesor yang ada antaralain manajerial sikap prilaku yang akan diukur dan perlu dikembangkannya.

"Dan hasil tes ini akan digunakan oleh panitia dan PPK dan siapa yang akan mengemban amanah atau lulus seleksi dan ini salah satu bagian dan seluruh rangkain giat asesement akan dikalkulasikan nilainya sebagai bahan peserta manjadi bahan PPK memberikan amanah dan tanggung jawab sebagai Kepala OPD terpilih nantinya," ulasnya.

Terpisah, Kepala BKSDM Muba Sunaryo SSTP MM mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan penilaian kompetensi yakni untuk memetakan atau memotret potensi dan kompetensi para calon pejabat pimpinan tinggi pratama di Muba.

"Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah tersedianya informasi tentang potensi dan kompetensi para calon pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Muba yang dapat dijadikan acuan dalam proses seleksi terbuka JPT di lingkungan Pemkab Muba," pungkasnya. (ril/sof)
Plt Kepala Dinkominfo Muba Dicky Meiriando (kanan) bersama Ketua PWI Muba Herlin Koisasi
ONEWS.ID, MUBA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Muba mendukung implementasi Visi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muba, yakni mewujudkan Smart & Positive Journalist di Bumi Serasan Sekate.

Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkominfo Muba Dicky Meiriando disaat bertemu dengan Ketua PWI Muba Herlin Koisasi, sabtu (16/03/2019) di Palembang.

Menurut Dicky, visi yang dicanangkan PWI Muba sangat bersinergi dengan Program Pemkab Muba yang dipimpin oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi khususnya dibidang Komunikasi dan Informatika.

“Program Muba Smart Regency akan kita sinergiskan dengan Program Smart & Positive Journalist. Salah satu langkah konkrit yang akan dilakukan kami akan bekerjasama dalam Penyelenggaraan Sekolah Jurnalistik di Kabupaten Muba yang Insya Allah di tahun 2020 sudah bisa dilaksanakan”, ujar Dicky.

Selanjutnya ditambahkan oleh Dicky, kurikulum Sekolah Jurnalistik nanti akan disusun bersama pihak PWI dan akan dimasukan materi pelajaran dan pelatihan terkait bagaimana menjadi wartawan di era industri 4.0. Dimana wartawan juga harus mempunyai kemampuan dalam memanfaatkan perangkat IT.

“Kami berharap wartawan PWI Muba selain ditanamkan nilai-nilai jurnalisme positif juga mendapatkan ketrampilan tambahan yakni sebagai Content Creator. Dimana nanti wartawan PWI Muba juga mampu memanfaatkan peluang di era bisnis digital yang sedang berkembang saat ini. Tentu ini akan dapat mendorong wartawan mendapatkan penghasilan tambahan melalui skill baru yang dimilikinya”, jelas Dicky.

Sementara itu, Ketua PWI Muba Herlin Koisasi menyambut dengan antusias rencana kerjasama ini dan berterima kasih dengan Pemkab Muba. “Dengan adanya dukungan ini tentu merupakan salah satu strategi dalam upaya percepatan perwujudan visi PWI Muba Smart & Positive Journalist.

Dimana visi ini dijabarkan menjadi Tiga Misi, yaitu : PWI Muba Go Digital, Sekolah Jurnalis Muba dan Sahabat PWI Muba. Inilah bentuk sinergitas antara PWI dengan Pemkab Muba. Apalagi dengan adanya Sekolah Jurnalistik Muba akan sangat memberikan nilai manfaat yang besar dalam peningkatan kemampuan dan ketrampilan wartawan PWI Muba di era serba digital ini. Terima kasih kepada Pemkab Muba,” pungkas Herlin. (sof)