ONEWS.ID, PALEMBANG – Kunjungan salah satu pasangan calon (Paslon) Presiden Republik Indonesia (RI) di Kota Palembang, Kamis (28/2) kemarin mendadak diserang segerombolan orang tak dikenal. Mobil kawanan pelaku berusaha menghadang iring-iringan rombongan paslon dan mengacau barisan pengawalan.

Belum diketahui secara pasti apa motif kawanan pelaku. Namun diduga kuat mereka berusaha melakukan penculikan paslon.

Hanya saja aksi yang terbilang terencana secara rapih ini berhasil digagalkan petugas gabungan dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palembang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Resor Militer 044/Garuda Dempo, tim unit cepat pun langsung mengetahui aksi mereka, dan petugas langsung menghentikan aksi mereka.

Petugas pun langsung melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan penyelamatan paslon. Drama penyelamatan paslon pun berlangsung sangat menegangkan. Dalam aksi penyelamatan itu sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan kawanan pelaku, serta terjadi baku tembak antara petugas keamanan dengan pelaku.

Sementara di lain tempat, ratusan massa menggelar aksi demo menolak hasil pemilihan umum (Pemilu) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang. Tanpa diduga, di antara pendemo disusupi kawanan peneror yang diam-diam meletakkan tas ransel berisi bom yang siap diledakkan kapan saja dalam kantor KPU.

Hanya saja, lagi-lagi berkat kesigapan aparat gabungan yang telah disiagakan di Kantor KPU Kota Palembang, ratusan massa pendemo yang mulai anarkis berhasil dibubarkan. Beberapa oknum yang diduga sebagai provokator langsung diamankan.

Tak hanya itu, Polisi berhasil menemukan tas ransel yang diduga kuat berisi bom. Lantas, oleh Pasukan Gegana Brimob Polda Sumsel, tas ransel tersebut langsung dievakuasi dan diledakkan di lokasi yang telah disterilkan.

Demikian serangkaian skenario simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota persiapan menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar Polda Sumsel, Polresta Palembang dan Korem 044/Gapo di kompleks Jakabaring Sport City (JSC).

Waka Polda Sumsel, Denni Gapril mengatakan, simulasi ini merupakan latihan terakhir, dengan simulasi menyerupai kejadian nyata. “Memang kita harus siap, sehingga simulasi yang diadakan ini harus sama dengan kejadian yang aslinya,” ujarnya, Kamis (28/2).

Dia mengatakan, dalam Simulasi Sispam Kota ini para anggota berhadapan dengan massa, dan kasus-kasus yang beredar dan apa yang kurang dilengkapi dan disempurnakan. “Pesan saya, tingkatkan kemampuan yang sudah para anggota peragaan tadi saat di hari H-nya,” harapnya.

Sementara, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah melalui Waka Polresta, AKBP Prasetyo mengatakan, pihaknya yang ditugasi menggelar simulasi menyebut ini sebagai gambaran menyeluruh terhadap upaya sispam kota saat Pileg dan Pilpres nanti.

“Ya total ada sebanyak 1.250 personel yang dilibatkan dalam simulasi, kali ini baik dari Polresta Palembang, Polda Sumsel dan dari unsur TNI,” tambahnya.

Lanjutnya, simulasi ini merupakan bagian dari sispam Pileg/Pilpres sebagai wujud keseriusan aparat TNI-Polri dan instansi terkait lain dalam rangka mewujudkan Pileg/Pilpres yang aman di Kota. (red/are)
ONews

ONews

Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional.

Post A Comment:

1 comments: