ONEWS.ID=Palembang(SumSel).Kuasa Hukum PT Sentosa Kurnia Bahagia (SKB) group , Epritz Siahaan SH, mengharapkan Kementerian Dalam Negeri meninjau kembali Permendagri Nomor 76 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 50 Tahun 2014 tentang Batas Daerah Kabupaten Muba dengan Kabupaten Muratara Provinsi Sumsel. Karena menurutnya aturan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk dijadikan produk hukum baru.

Elpritz menuturkan, Pada tahun 2013 terbentuk daerah otonomi baru (DOB) yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara dibentuk dengan dasar  Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2013 dan ini  sudah disepakati oleh semua pihak yang terdiri dari tiga Pemerintah Provinsi  yaitu, Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, para Ketua DPRD Provinsi, serta 4 Bupati dari 4 Kabupaten dan ketua DPRD masing- masing Kabupaten.

"Ketika ada yang tidak setuju maka persetujuan itu harus disepakati oleh para pihak terkait  dikarenakan undang-undang yang mengatur dengan undang-undang otonomi baru yang membentuk Kabupaten Musi Rawas," katanya kepada media saat konferensi pers di kantor Sentosa Group Palembang, Kamis (28/12/2018).

Lanjutnya, dalam perjalanan dibentuklah tapal batas yang berhubungan jelas terkait dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2013 dan Permendagri  nomor 50 tersebut jelas menyatakan sesuai dengan Undang-Undang 2013, tentang  tapal batas.

Terlebih dalam undang-undang tersebut dikatakan bahwa wilayah dari Kabupaten Musi Rawas Utara berasal dari Kabupaten induknya yaitu Kabupaten  Musi Rawas, bukan dari Kabupaten Musi Banyuasin.

"Mengenai tentang Pembentukan tapal batas ini oleh kabupaten Musi Rawas dan kabupaten Musi Banyuasin itu cukup lama semenjak tahun 2009 sampai akhirnya dibentuk melalui undang-undang otonomi baru itu, tapal-tapal batas itu, sampai tahun 2013 kurang lebih hampir empat tahun lamanya , untuk membentuk itu, memang tidak gampang," ungkap Epritz.

"Dikatakannya  kesepakatan itu tiba-tiba berubah tanpa ada kesepakatan bersama.

Kenapa tanpa ada kesepakatan bersama  Kabupaten Musi Banyuasin jelas menolak, disinilah akibat dampaknya bagi klien kami," tambahnya.

Menurut Elpritz, Permendagri yang baru tersebut dibuat hanya dalam tempo tidak sampai tiga bulan, padahal untuk membentuk itu saja, untuk membentuk tapal batas yang sesuai dengan undang-undang saja, hampir empat tahun, ini hanya tiga bulan, tanpa ada kesepakatan awal , padahal kata dia Pemdanya kalau melihat data tidak pernah menyetujui perubahan tersebut.

Elpritz Siahaan SH, ketika  menjawab pertanyaan dari awak media

Dirinya menjelaskan bahwa Klien kami berinvestasi pada lahan yang telah disepakati itu dengan luas  kurang lebih 12 ribu hektar,  pada saat investasi itu dilakukan Klien kami  menanam kelapa sawit, dan  tiba-tiba dilahan klien kami ini yang katanya bukan milik klien kami melainkan di klaim oleh  kabupaten Musi Rawas Utara,  sehingga tanaman-tanaman yang sudah ditanam itu, kemudian  dibongkar dan  digusur. Setelah diketahui ternyata yang melakukan pengrusakan itu ternyata  melakukan juga aktivitas  penambangan batubara yang mana ijinnya sampai saat ini adalah masuk wilayah ijin perusahaan klien kami PT SKB.

"Sampai saat ini yang diakui oleh pemerintah bahwa itu masih lahan yang dikuasai oleh PT SKB group . Kok ujug-ujug bisa ada penyerobotan lahan yang mana mengelola batubara. Hal itupun mereka tidak mau meminta ijin kepada klien kami," terangnya.

Mungkin, kalau misalnya ijin ke klien kami karena kami punya yang diatas, mungkin saja bisa dibicarakan, mungkin, tapikan ini tidak, ujug-ujug langsung menggali, menggusur, merusak lahan kami terus dia mengambil batubaranya. Terangnya

Pertanyaannya ijinnya dari siapa, ijinnya dari siapa, apakah ke Muba, saya yakin sampai saat ini informasi yang kami dapat itu tidak pernah mendapatkan ijin dari Muba. Lalu ijinnya ke siapa," katanya menuturkan

Kalaupun tidak mendapat izin tambah Epritz, maka kalau berinvestasi ada biaya-biaya yang wajib dibayarkan perusahaan kepada pemerintah melalui jalur  resmi dan jelas. "Nah itu biayanya masuk ke siapa, kalau Muba tidak, lalu ke siapa PADnya itu," tanyanya kepada awak media.

"Atas penyerobotan ini kami sudah melaporkan hal ini  kepada Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dengan nomor laporan polisi STTLP/73/I/2018/SPKT. ," ujarnya.

Elpritz Siahaan SH mengatakan bahwa Laporan Klien nya ini sudah hampir satu tahun lamanya sampai dengan hari ini pun belum ada kejelasan dari Pihak Penyidik, dirinya berharap  kepada Penyidik Polda Sumsel khususnya Subdit I Direskrimum agar dapat segera menuntaskan perkara ini dengan cepat dan profesional. Ringkasnya

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo membenarkan adanya laporan dari PT Sentosa Kurnia Bahagia yang lahannya telah di  serobot. Dalam perkara ini  penyidik Polda Sumsel  masih melakukan penyelidikan.

ONews

ONews

Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional.

Post A Comment:

10 comments:

  1. AGEN JUDI CASINO ONLINE TERPERCAYA!
    CASINO LIVE, BACCARAT, SICBO, ROULLETE, SLOT GAME dsb !

    Segera Bergabung Bersama Kami, Hanya di www. bola vita .site [tanpa spasi] !
    BBM : BOLA VITA (tanpa spasi) ~
    WA : 0812-2222-995 !

    BalasHapus
  2. MAU MENANG JUDI ONLINE? kunjungi skrg www.bolavita.site ~
    AGEN DIMANA TEMPAT BERKUMPULNYA PARA PEMENANG !

    PELAYANAN 24jam NONstop! TRANSAKSI tercepat! ADD BBM nya : BOLAVITA
    WA: 0812-2222-995 !

    BalasHapus
  3. B O L A V I T A Adalah Agen Sabung Ayam Dan Bola LIVE Judi Online Terpercaya Dan Terbaik Di Indonesia.

    Deposit dan Withdraw (Tarik Dana) Yang Super Cepat dan Aman..

    -Bonus 10% untuk Member Baru
    -Bonus Referal 10%
    -Bonus CashBack Hingga 10%

    WA : +62812-22-22-995
    BBM : B O L A V I T A / D 8 C 3 6 3 C A

    BalasHapus